ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEDIAAN IRT DALAM HIV TEST

Wahyu Dewi Hapsari, Wahyu Riniasih

Abstract


Pemutusan generasi HIV/AIDS dapat dilakukan melalui pendekatan pemberantasan kasus HIV pada IRT. Kecamatan Toroh memiliki kasus kumulatif HIV/AIDS terbanyak ketiga sekabupaten Grobogan dari tahun 2002 – 2019 yaitu 141 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor yang mempengaruhi kesediaan Ibu Rumah Tangga dalam melakukan test HIV di Kabupaten Grobogan. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional, di ukur atau dikumpulkan dalam waktu bersamaan atau sekaligus. Pengambilan sampel berjumlah 100 dengan teknik non probabbility sampling dengan jenis purposive sampling. Tehnik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Karakteristik dari 100 responden di wilayah kerja Puskesmas Toroh I sebagian besar 36% berumur dewasa awal (26 - 35 th) dan 36% dewasa akhir (36 - 45 th), sebagian besar 45% berpendidikan Sekolah Menengah Pertama, sebagian besar 46% berpengetahuan baik, sebagian besar 97% bersikap positif (mendukung perlunya HIV test), sebagian besar 66% bersedia untuk melakukan HIV test. Hasil analisa menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh antara pengetahuan dengan kesediaan IRT dalam melakukan HIV test (p = 0,258), sedangkan sikap berpengaruh terhadap kesediaan IRT dalam melakukan HIV Test (p = 0,014). Analisa multivariat tidak ada pengaruh secara bersama antara pengetahuan dan sikap terhadap kesediaan IRT dalam melakukan HIV test di wilayah Puskesmas Toroh I Kabupaten Grobogan. Pengetahuan, tidak berpengaruh terhadap kesediaan IRT dalam melakukan HIV test Kabupaten Grobogan, sedangkan sikap berpengaruh.

 

Kata Kunci: HIV; ibu rumah tangga;kesediaan;pengetahuan.

 

ABSTRACT

Termination of the generation of HIV/AIDS can be done through an approach to eradicating HIV cases in house wives. Toroh District has the third highest cumulative case of HIV/AIDS in Grobogan district from 2002 – 2019 which was 141 cases. This study was aimed to look at the factors that influence the willingness of housewives to do an HIV test in Grobogan Regency. The design of this research was quantitative using cross sectional method, measured or collected at the same time or all at once. Sampling amounted to 100 with a non-probability sampling technique with purposive sampling type. Data collection techniques used a questionnaire. Characteristics of 100 respondents in the working area of Toroh I Health Center, mostly 36% are early adults (26-35 years old) and 36% are late adults (36-45 years old), most of them 45% have junior high school education, most of them (46%) have good knowledge, 97% people supported the need for HIV testing, most 66% are willing to take HIV tests. The results of the analysis showed that there was no effect between knowledge and willingness of IRT to do HIV test (p = 0.258), while attitude had an effect on the willingness of house wives to do HIV test (p = 0.014). Multivariate analysis did not have a joint influence between knowledge and attitude on the willingness of house wives to carry out an HIV test in the Toroh I Public Health Center, Grobogan Regency. Knowledge has no effect on the willingness of IRT to do HIV test in Grobogan Regency, while attitude has an effect.

 

Keywords: HIV; housewife; willingness; knowledge.


Full Text:

PDF

References


Asmaruddin, M. Nugraheni, S.A. dan Fatimah, S. (2016). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kesediaan IRT untuk Melaksanakan Testing HIV (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Singojuruh Kabupaten Banyuwangi). Semarang: Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2017). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi kelima Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. (2017). Profil Kesehatan Jawa Tegah. Semarang: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

Hidayat (2017). Metodelogi Penelitian Keperawatan dan Kesehatan. Jakarta. Salemba Medika

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Pedoman Nasional Tes Dan Konseling HIV dan AIDS. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenko PMK. (2020). Menuju Indonesia Bebas AIDS 2030. Kemenkopmk.go.id. Diakses tanggal 15 Mei 2019. https://.kemenkopmk.go.id/menuju-indonesia-bebas-aids-2030.

Nanik Setiyawati, Zahroh Shaluhiyah, dan Kusyogo Cahyu (2014), dengan judul Sikap Ibu Rumah Tangga Terhadap Tes HIV/AIDS di Sleman Yogyakarta. Yogyakarta: Politeknik Kesehatan Kemenkes.

Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta

Nursalam, dkk. (2018). Asuhan Keperawatan Pada Pasien Terinfeksi HIV/AIDS. Edisi 2. Jakarta: Salemba Medika.

Slameto (2010). Minat dan faktor faktor yang mempengaruhinya. Jakarta; rieneke cipta

Wismabrata, Michael Hangga. (2019). 5 Fakta Ancaman HIV/AIDS di Grobogan, 1.153 Orang Positif Hingga Seorang Dokter Terjangkit. Kompas.com. Diakses 11 Mei 2019.https://regional.kompas.com/read/2019/05/11/16403661/5-fakta-ancaman-hivaids-di-grobogan-1153-orang-positif-hingga-seorang-dokter?page=all.




DOI: http://dx.doi.org/10.34310/sjkb.v9i1.530

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Husada
Jl. Kompol R.Soekanto No.46, Central java, Semarang
phone. +6224-6724581
Fax. +6224-6724581
Email: jsmart.keb@gmail.com

Creative Commons License
Jurnal Smart Kebidanan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.