large image
KETUA STIKES

Dr. FERY AGUSMAN MM, M.Kep,Sp.Kom
PMB ONLINE
  • Pendaftaran Mahasiswa Baru Online
LINK TERKAIT
  • Jurnal OJS
  • Digital Library
  • Sistem Informasi Akademik Mahasiswa
  • Sistem Informasi Kepegawaian
  • Repository
  • Sister
SEMINAR NASIONAL
  • Registrasi SEMNAS
DOWNLOAD MODUL
  • Download Modul
WEBMAIL LOGIN
  • WEBMAIL LOGIN
MAJALAH SMART


STIKES-KH :KULIAH PAKAR “ TRANSPORTASI DAN EVAKUASI DALAM SISTEM PENANGGULANGAN GAWAT DARURAT TERPA
Kategori Berita | Diposting pada : 2014-03-14 -|- 01:03:00 oleh Admin
Share this article on

Dalam rangka meningkat pengetahuan dan ketrampilan mahasiswa dalam  keprofesian keperawatan saat ini, Program Studi Ilmu Keperawatan Stikes Karya Husada Semarang mengadakan kuliah pakar dengan mendatangkan narasumber Trainner dari Tim 118 dan Gadar Medik Indonesia Ns. Gipta Galih Widodo, M.Kep,Sp.KMB.


Bapak Gipta yang juga merupakan pengajar atau dosen keperawatan di Stikes Ngudi Waluyo Ungaran hadir sebagai narasumber dalam acara dengan Topik Transportai dan Evakuasi dalam Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu di kampus Stikes Karya Husada Jalan Kompol R. Soekanto No. 46 Semarang pada Jumat tanggal 7 Maret 2014 mulai pukul 09.00 – 11.30 WIB.


 Kuliah pakar yang dipromotori oleh tim departemen keperawatan kegawtdauratan dan medical bedah ini dihadiri oleh seluruh  mahasiswa keperawatan Stikes Karya Husada khususnya mahasiswa semsester V, VII dan kelas transfer yang telah menempuh mata kuliah kegawatdaruratan. Tidak kurang sejumlah 400 mahasiswa dan dosen keperawatan Stikes Karya Husada Hadir dan antusias mengikuti perkuliahan ini.


Di dalam perkuliahan, bapak Gipta menyampaiakan bahwa seringkali seorang perawat tidak mengindahkan bagaimana dan apa yang harus dilakukan atau pertolongan pertama yang diberikan korban yang baik nantinya ditemukan di lapangan. SPGDT merupakan Mekanisme yang dirancang untuk memberikan pertolongan pada korban bencana atau gawat darurat untuk mencegah kematian atau kerusakan organ sehingga prduktivitasnya dapat dipertahankan setara sebelum terjadi bencana atau peristiwa gawat darurat. Dimana kita harus mengenal fase dalam SPGDT . Fase dalam Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) yakni memadukan penanganan gawat darurat mulai dari fase depresi, supresi, tingkat pra rumah sakit sampai tingkat rumah sakit dan rujukan antara rumah sakit.


Sistem penanggulangan Gawat Darurat Terpasdu ini, perawat harus memperhatikan prinsip yang tidak boleh dilupakan. Seorang perawat ketika memindahkan pasien, atau mengangkat pasien tidak boleh salah dimana seharusnya posisi ketika memindahkan pasien tidak menimbulkan resiko  yang dapat merugikan perawat atau pasien. Prinsip dalam memindahkan pasien yang perlu diingat yakni Do No Fruther Ham.


Konsep transportasi dan Evakuasi dalam sistem penaggulangan gawat darurat terpadu diantaranya yakni emergency move, dan non emergency move.  Beliau mengatakan dalam kuliahnya yakni kapan dilakukan emergency move hingga bagaimana cara molongnya. Emergency move dilakukan saat terjadi kebakaran, ledakan dan prinsip tindakan harus segera dilakukan. Ada beberapa tindakan transportasi dalam emergency move diantaranya. Tarikan selimut, tarikan baju, tarikan lengan atau bahu.


Sedangkan untuk non emergency move, merupakan tindakan yang tidak mengancam nyawa dimana keadaan korban dari Airway, Breathing, Circulation, Disability hingga Ekposure telah stabil dan memungkinkan untuk dilakukan pemindahan segera. Tindakan dalam non emergency move yang harus dikenali yakni pemindahan menggunakan ektremitas, Long Spine Board, vacuum matras. Scope Streccer, KED ( Kendrick Extrication Device ).


Menurut Bapak Gipta dalam perkuliahan ini, yang harus diketahui dalam melakukan pemindahan korban atau pasien, seorang perawat harus mengetahui masalah yang terjadi, siapa yang akan memindahkan, dimana saya harus memindahkan, kapan saya harus memindahkan dan bagaimana saya harus memindahkan?. Dengan mengenali kelima hal tersebut, harapannya dapat meminimalkan angka kejadian yang tidak diinginkan.


Dalam kesempatan ini,  peserta dari mahasiswa antusias untuk diskusi dan tanya jawab dan beliaupun menanggapi dari keingintahuan peserta  Beliau juga mendemostrasikan beberapa hal tentang trasnportasi. Prinsip Do No Further Ham selalu diingatkan untuk menolong korban. Dengan lima orang mahasiswa, bapak Gipta mendemonstrasikan tindakan tranportasi dan evakuasi dalam sistem penaggulangan gawat darurat terpadu dan mahasiswa antusias untuk memperhatikan setiap tahapannya. Transporasi dan Evakuasi dalam Sistem Penanggualan Gawat Darurat Terpadu ini, mahasiswa mampu memahami dan mengaplikasikan nantinya ketika mereka praktek atau bekerja di dunia keperawatan.


Departemen Keperawatan Gawat Darurat dan Kritis


Ns. Shindi Hapsari, S.Kep and TIM



Baca Juga Berita Lainnya
Pilihan Bahasa :
GALERI KEGIATAN TERBARU
BERGABUNG DENGAN GROUP KAMI DI FACEBOOK
  • Find Us on Facebook