HUBUNGAN LAMA MENDERITA STROKE DENGAN KEPATUHAN MENJALANI FISIOTERAPI PADA PASIEN STROKE

maria agustina sulistiyowati

Abstract


ABSTRAK

 

Perubahan gaya hidup masyarakat telah menyebabkan terjadinya pergeseran pola penyakit di Indonesia. Sejak tahun 2010


penyakit  tidak  menular  memiliki  proporsi  lebih  banyak  dibandingkan  penyakit  menular.Stroke


merupakan  salah  satu


penyebab kematian  terbesar  di  dunia.Sebagian besar  pasien  stroke  (70  –80%)  mengalami gangguan gerak  berupa kelemahan pada salah satu tubuhnya.Rehabilitasi medis berupa fisioterapi menjadi salah satu pilihan untuk membantu pemulihan pada pasien stroke. Program fisioterapi pada pasien stroke memerlukan waktu yang relatif lama ,sehingga diperlukan kepatuhan pasien dalam menjalaninya.Ketidakpatuhan banyak ditemukan pada pasien dengan penyakit kronis, dimana  pengobatan  membutuhkan  jangka  waktu  yang  lama  dan    tidak  memperlihatkan  hasil  yang  cepat  terhadap perubahan kesehatan pasien.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menderita stroke dengan kepatuhan menjalani fisioterapi.Penelitian ini adalah deskriptif  analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini pasien yang menjalani fisioterapi.Sampel diambil dengan tehnik consecutive sampling. Data diolah menggunakan uji fisher. Responden paling banyak berjenis kelamin laki-laki (53,5%), menderita stroke > 1 tahun (75%), dan patuh menjalani fisioterapi (75%). Hasil uji fisherdidapatkanp value 0, terdapat hubungan antara lama menderita stroke dengan kepatuhan pasien menjalani fisioterapi

 

Kata kunci :lama menderita stroke; kepatuhan; fisioterapi

 

 

 

THE RELATIONSHIP OF LENGTH OF STROKE AND THE PHYSIOTHERAPY COMPLIANCE IN STROKE PATIENTS

 

ABSTRACT

 

Changes in people's lifestyles have caused changes in disease patterns in Indonesia. Since 2010 non-communicable diseases have more proportions than infectious diseases. Stroke is one of the biggest causes of death in the world. Most


stroke  patients  (70-80%)  experience


movement disorders  in  the  form  of  weakness in  one


of  their  bodies.  Medical


rehabilitation in the form of physiotherapy is an option to help recovery in stroke patients. Physiotherapy program for stroke patients requires a relatively long time, so that patient compliance is required in living it. Non-compliance is found in patients with chronic diseases, where treatment requires a long period of time and does not show rapid results on changes in patient health. This study was aimed to determine the relationship of long-standing stroke with adherence to undergoing physiotherapy. This research was descriptive analytic with cross-sectional approach. The populations in this study were patients undergoing physiotherapy. Samples were taken by consecutive sampling technique. Data were processed using fisher's test. The most respondents are male (53.5%), had a stroke> 1 year (75%), and obediently join physiotherapy program(75%). Fisher test results obtained p value 0, there is a relationship between the length of suffering from stroke with patient compliance undergoing physiotherapy

 

Keywords: long suffered a stroke; physiotherapy; adherence


Full Text:

PDF

References


Aprilia Wahyu (2016). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Motivasi Pada Pasien Pasca Stroke Untuk Menjalani Fisioterapi Di RSUD Wilayah Kabupaten Semarang.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI (2013). Riset Kesehatan Dasar.

Burhanuddin et al.(2013). Faktor Risiko Kejadian Stroke Pada Dewasa Awal (18-40 Tahun) di Kota Makassar Tahun 2010-2012. Jurnal MKMI. Available from :www.repository.unhas.ac.id

Cecep et al.(2015). Hubungan Peran Keluarga dalam Memotivasi Pasien Pasca Stroke Dengan Kepatuhan Penderita Mengikuti Rehabilitasi Di

Unit Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Stroke

Nasional Bukittinggi: Jurnal Kesehatan STIKes

Prima Nusantara Bukittinggi, Vol.6 No 1 Januari

Departemen Kesehatan RI. Keputusan Menteri

http://www.pdpersi.co.id/peraturan/kepmenkes/k mk3762007.pdf

Departemen Kesehatan RI.(2007) Keputusan Menteri

Irma Okta Wardhani et.al.(2015).Hubungan Antara Karakteristik Pasien Stroke dan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Menjalani Rehabilitasi.Jurnal Berkala Epidemiologi, Vol. 3, No. 1 Januari 2015: 24–34

Lanny Lingga.(2013).All about Stroke.PT Elex Media

Komputindo.Jakarta

Mulyatsih.(20100. Stroke Petunjuk Perawatan Pasien

Pasca Stroke Di Rumah. Jakarta: FKUI Susilawati.Indonesia Hadapi Pergeseran Pola

Penyakit.Available from https://www.republika.co.id/berita/gaya-

hidup/info-sehat/17/04/28/op3vc0335-indonesia- hadapi-pergeseran-pola-penyakit

Tanty.(2015). Hubungan Program Fisioterapi Dengan Tingkat Kemandirian Pasien Post Stroke.Jurnal Keperawatan.Vol. VIII No 3 Desember 2015

Wiwik et al.(2018).Hubungan pengetahuan pasien tentang stroke dengan kepatuhan menjalani fisioterapi di ruang fisioterapi RSUD Dr.Pirngadi Medan: Jurnal Ilmiah PANNMEDVol. 13 No.1

Mei - Agustus 2018




DOI: http://dx.doi.org/10.34310/jskp.v7i2.374

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Smart Keperawatan diterbitkan oleh STIKes Karya Husada Semarang ISSN 2301-6221, E-ISSN 2502-5236