Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pengunjung Terhadap Kepuasan Tentang Klinik Wisata di Water Blaster Semarang

widiyaningsih widiyaningsih, Eni Kusyati, Hilmi Aziz Yusma

Abstract


Water Blaster merupakan wahana permainan air yang pertama kali berdiri di Semarang dan menjadi andalan rekreasi keluarga warga kota Semarang. Setiap tahunnya jumlah pengunjung yang berkunjung ke Water Blaster selalu mengalami peningkatan. Peningkatan jumlah wisatawan tersebut akan diikuti peningkatan resiko kesehatan dikarenakan aktifitas kepariwisataan merupakan aktifitas yang dapat menimbulkan resiko kecelakaan, sehingga dibutuhkan adanya fasilitas klinik wisata. Sehubungan dengan hal diatas maka telah tersedia fasilitas pelayanan kesehatan khusus menangani masalah kesehatan pada wisatawan di kawasan wisata yang dikenal dengan nama klinik wisata.Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap pengunjung terhadap kepuasan tentang klinik wisata di Water Blaster Semarang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross section.Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner.Jumlah responden sebanyak 51orang dengan teknik Purposive sampling.Data yang diperoleh diolah secara statistic menggunakan rumus chi-square.Hasil penelitian didapatkan data pengunjung di Water Blaster Semarang yang mempunyai pengetahuan cukup sebanyak 25 responden (49,0%). Pengunjung di Water Blaster Semarang yang mempunyai sikap positif sebanyak 29 responden (56,9%). Pengunjung di Water Blaster Semarang yang mempunyai kepuasan puas sebanyak 28 responden (54,9%). Simpulan Ada  hubungan yang  signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap pengunjung terhadap kepuasan tentang klinik wisata di Water Blaster Semarang.

Full Text:

PDF

References


Ismayanti. (2011). Pengantar Pariwisata. Jakarta: Grasindo.

Kotler, P. T., & Keller, K. L. (2004). Manajemen Pemasaran. Edisi 13.Jakarta : Erlangga.

Lupiyoadi, R., & Hamdani, A. (2001). Manajemen Pemasaran Jasa.Jakarta: Salemba Empat.2001

Martiani N., &Pramono. (2012). Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Wisatawan Terhadap Pemanfaatan Klinik Wisata: Studi Kasus Kawasan Wisata Candi Borobudur. Eprints Undip: 56-63.

Mardh PA. (2002). What is travel medicine? Content, current position, tools and tasks. J Travel Med: 34-47.

Pakasi, L.S.. (2006). Pelayanan Kedokteran Wisata: Suatu Peluang. Cermin Dunia Kedokteran:152.

Prabawa, P. Y., & Trapika, G. M. S. C. (2014). Hubungan Antara Sikap Dan Tingkat Pengetahuan Seputar Klinik Wisata Pada Wisatawan Domestik Maupun Mancanegara Terhadap Pemanfaatan Klinik Wisata Di Kawasan Wisata Pantai Kuta, Bali.

Taufik, M. (2007) Prinsip-Prinsip Promosi Kesehatan Dalam Bidang Keperawatan.Jakarta: Infomedika.

Susanto, E. (2009). Pelatihan Dasar-Dasar Keamanan Air Bagi Pengawas Kolam Renang (Lifeguard) se-DIY.Inotek. 2009. 13(2): 121-134.

_. (2009). Undang-Undang Kepariwisataan No. 10 2009.UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA.




DOI: http://dx.doi.org/10.34310/jskp.v4i1.89

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Smart Keperawatan diterbitkan oleh STIKes Karya Husada Semarang ISSN 2301-6221, E-ISSN 2502-5236